Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryOct 25, '08 3:08 AM
for everyone

 

 

Banyak penulisan tentang sejarah, menceritakan tentang sebelum adanya ajaran agama ajaran yang di pakai pada suatu masa adalah animisme dan dinamisme tapi apakah arti dari animisme dan dinamisme sebenar nya?

 

sebenarnya sangatlah tidak masuk akal ketika sebuah kata animisme dan dinamisme dilegitimasikan sebagai ajaran yang sebelum ada sebuah agama, kenapa? sebab pada dasarnya konon dalam beberapa sumber dikatakan bahwa animisme adalah “pemujaan terhadap arwah leluhur” (?) kalo dikatakan begitu terlihat sebuah kata sangat extrim yang menyudutkan kepada sebuah  masa (jaman) yang digunakan untuk kepentingan kepentingan tertentu, sebab pada dasarnya bila dilihat dari makna kata “pemujaan terhadap leluhur” mempunyai arti persamaan dengan “penghormatan terhadap leluhur” atau “menghargai terhadap leluhur” atau dalam bahasa modern disebut dengan “mengerti tentang sejarah”, biasanya sebuah perilaku penghormatan terhadap leluhur adalah menghagai karya karya peninggalannya (baik berupa bangunan fisik, sastra, dsb) dan mengerti tentang arti kenapa, sebab apa, dan bertujuan apa…….

 

jadi bisa diperoleh sebuah arti kata animisme berarti “mengerti tentang sejarah”… ketika sebuah kata “animisme” di jadikan sebuah kata yang dikonotasikan buruk, maka wajar ketika mempelajari nya banyak sekali persepsi buruk terlontar terlebih dahulu, padahal belum memahami esensi dari kenapa, sebab apa dan bertujuan apa…..

 

Dinamisme, dikatan sebagai “pemujaan terhadap roh (sesuatu yang tidak tampak mata)” apabila di urutkan seperti diatas bisa juga diartikan “menghormati terhadap mahluk(non fisik) lain” ,nah arti kata menghormati sebenarnya memiliki sebuah arti yang bersifat mengerti dan memahami sehingga terbit rasa saling menghormati… kemudian ajaran menghormati pendahulu dan mahluk lain kadang dikatakan sebagai animisme dan dinamisme oleh banyak literature yang menceritakan sejarah….. 

 

Sekarang coba kita lihat agama, apakah ada agama yang tidak mengajarkan tentang penghormatan terhadapa sejarah (perilaku pendahulu) dan kepercayaan terhadap mahluk lain? …… tetapi entah kenapa disebutkan di banyak tulisan sejarah menyebutkan sebelum adanya agama masuk, dikenal dengan kepercayaan terhadap animisme dan dinamisme ….. pertanyaan nya apakah “nama” agama hanyalah sebagai simbul dari sebuah penandaan wilayah atau jaman saja?

 

Kemudian budaya Lisan, budaya lisan sebenarnya memegang sebuah peranan yang sangat penting kenapa di banyak tulisan saya diblog saya ini berulang ulang saya tuliskan tentang urut urutan tentang mempelajari sebuah hal…. Saya tuliskan kembali urutan urutannya sebagai berikut…..

-         Mendengar, karena mendengar maka orang akan tertarik… ketika orang tersebut tertarik maka orang tersebut berusaha mengingat dan mencari… maka terbit kenginan untuk membaca…

-         Membaca, sudah seharusnya ketika membaca sebuah bacaan adalah mendalami bahan bacaan tersebut dengan cara menambah refrensi dari bacaan yang terkait……

-         Menambah refrensi bacaan yang terkait, semakin banyak yang dibaca maka kemungkinan mengerti akan hal tersebut, jadi ketika mendalami sebuah hal tersebut wawasan yang di perolehnya semakin luas…..

-         Mendalami, mendalami sebuah hal sangatlah sulit ketika kita tidak mencari dari banyak sumber dan banyak diskusi sebab kadang tanpa melewati banyak sumber dan banyak diskusi sebuah pemahaman akan menjadi sempit…..

-         Mengembangkan, mengembangkan harusnya adalah sebuah hal yang dilakukan apabila mengerti dengan benar benar sebab tanpa mengerti dengan benar pengembangan yang dilakukan hanyalah bersifat konyol dan pengawuran…. Tetapi pengembangan dari sebuah meteri adalah sebuah proses yang harus dilakukan sebab kita harus sadar bahwa setiap manusia mempunyai tipe tipe tertentu pengembangan diri adalah termasuk dalam proses menemukan jati diri kita sehingga kita bisa benar benar mantap untuk mandiri…..

 

Nah, dari urutan urutan tersebut sangat terlihat bagaimana pentingnya budaya lisan, ketika sebuah budaya lisan dipangkas dengan budaya menggunakan bahasa lain, maka bisa dipastikan urutan urutan tersebut ikut terpangkas dan kemudian urutan urutan tersebut akan mengikuti dari budaya bahasa yang memangkasnya….

 

Oleh sebab itu pengetahuan akan bahasa sangatlah penting, entah bahasa apapun itu, sebab ketika sebuah pengetahuan akan bahasa (serta penulisannya) tidak ada, maka teramat sulit mempelajari setiap catatan catatan yang ditinggalkan dari pengguna bahasa tersebut…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*smoga bermanpaat…………. :)


patengang wrote on Oct 26, '08
betul mbah ............. konon katanya bahasa itu artefak lisan dari suatu budaya .....
permenkaretmolor wrote on Oct 27, '08
betul mbah ............. konon katanya bahasa itu artefak lisan dari suatu budaya .....
iya om, saya sepakat dengan katanya om konon itu .... hehehehe
Add a Comment